Archives

gravatar

Lady Madonna | Beatles The

Katanya... katanya sih. Ini lagu terbilang lagu sulit untuk dimainkan ber grup. Saya ndak tahu wong bisanya cuma dengerin. Kenal lagu ini waktu jadi kacung grup band lokal aliran Beatles. Pernah waktu ada band lokal manggung, aku nekad nyamperi vokalisnya dan request lagu ini. Jawabnya cukup mengejutkan "enaak sajaaa" . Selamat dinikmati...



See how they run

Lady Madonna, children at your feet
Wonder how you manage to make ends meet
Who finds the money when you pay the rent
Did you think that money was heaven sent


Friday night arrives without a suitcase
Sunday morning creeping like a nun
Monday's child has learned to tie his bootlace
See how they run


Lady Madonna, baby at your breast
Wonders how you manage to feed the rest


Tuesday afternoon is neverending
Wednesday morning papers didn't come
Thursday night your stockings needed mending
See how they run


Lady Madonna, lying on the bed
Listen to the music playing in your head


See how they run


Lady Madonna, children at your feet
Wonder how you manage to make ends meet

...lanjutkan baca...
gravatar

Yesterday Once More | The Carpenters

Tadi dipeseni teman carikan lagu lagu 60-70 an.
Browsing. Ketemu. Ya sekalian diposting.
Link downloadnya ga usah ya? banyak kok ditempat lain. Klip nya saja. Biasa, dari youtube.




When I was young
I'd listen to the radio
Waitin' for my favorite songs
When they played I'd sing along
It made me smile.

Those were such happy times
And not so long ago
How I wondered where they'd gone
But they're back again
Just like a long lost friend
All the songs I loved so well.

Every Sha-la-la-la
Every Wo-o-wo-o
Still shines
Every shing-a-ling-a-ling
That they're startin' to sing's
So fine.

When they get to the part
Where he's breakin' her heart
It can really make me cry
Just like before
It's yesterday once more.

Lookin' back on how it was
In years gone by
And the good times that I had
Makes today seem rather sad
So much has changed.

It was songs of love that
I would sing to then
And I'd memorize each word
Those old melodies
Still sound so good to me
As they melt the years away.

Every Sha-la-la-la
Every Wo-o-wo-o
Still shines
Every shing-a-ling-a-ling
That they're startin' to sing's
So fine.

All my best memories
Come back clearly to me
Some can even make me cry.
Just like before
It's yesterday once more.

...lanjutkan baca...
gravatar

Bunga Mawar | The Mercy's



Oh Bunga mawar
kau idaman hati
yang kupuja puja
selalu

Ingin hatiku
oh memetik dikau
namun apa daya
tak sampai

Oh bunga nan rupawan
rindu hati siang dan malam
hasratku ingin berdua
selamanya

Kemana ku mengadu
bulan bintang pun tak tahu
cintaku hanyalah satu
kekasihku

...lanjutkan baca...
gravatar

Usah Kau Harap Lagi | The Mercy's



usah kau kenang lagi, sayang
masa yang telah silam
walau derita akan menimpa

usah kau harap lagi, sayang
cintaku telah hilang
anggaplah itu
mimpi di hari siang

sejak engkau dusta padaku
kau punya yang baru
walau engkau katakan bukan
hatiku telah beku

usah kau kenang lagi, sayang
masa yang telah silam
walau derita akan menimpa

...lanjutkan baca...
gravatar

Kisah Seorang Pramuria | The Mercy's

Bagi pandemen lagu lagu The Mercy' s monggo dinikmati. Klipnya saya embed dari Youtube



Mengapa didunia selalu menertawai
Hidupku yang hina ini,
berteman dengan seorang gadis
Mengapa semua manusia, menghina kehidupannya
Mencari nafkah hidupnya, s’bagai seorang pramuria

Semua itu tiada arti bagiku
Kuunggap s’bagai penguji imanku
Kiranya Tuhan jadi saksi hidupku
Betapa sucinya jalinan cintaku

Walaupun hinaan ini, ditujukan kepada diriku
Namun ku selalu tersenyum karena cintaku suci padanya
Semua itu tiada arti bagiku
Kuunggap s’bagai penguji imanku

Kiranya Tuhan jadi saksi hidupku
Betapa sucinya jalinan cintaku

Semua itu tiada arti bagiku
Kuunggap s’bagai penguji imanku
Kiranya Tuhan jadi saksi hidupku
Betapa sucinya jalinan cintaku

...lanjutkan baca...
gravatar

Gemilang | Krakatau | Trie Utami



Hari terus berganti
Banyak yang telah terjadi
Diriku kian pasti
Segala kan kuraih

Bila esok menjelang
Bahagiapun telah datang
Bintang di angkasa
Bersinar gemilang

Tempat kutuju
segala angan dan harapan
Tempat kupadu
cita-cita dan impianku

Tempat kupacu
setiap langkah yang berarti
Tetap menyatu
dalam hasrat dan tujuanku selalu

Waktu yang telah menguji
Tekad yang kumiliki
Kini tlah terbukti
Semua kan kuraih

Rintangan kuhadapi
Cobaan kulalui
Semua kan kudapati
Betapa gemilang

...lanjutkan baca...
gravatar

Untuk Apa Hidup Ini

Banyak pertemuan pertemuan membahas tentang untuk apa hidup ini. Banyak pula kesimpulan yang diberikan. Cobalah tanya pada diri Anda sendiri. Untuk apa hidup ini? Untuk beribadah kepada Alloh, untuk mempersiapkan kehidupan di akhirat nanti. Apalagi? Lalu betulkah bahwa urip neng ndonya cuma mampir ngombe?

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [QS. Al ‘Ashr: 1-3]


Ya. Tentu saja menjadi bagian dari orang orang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Ya. Tentu saja untuk mendapatkan ridho Alloh. Mendapatkan kemuliaan di sisi Alloh.

Pertanyaannya adalah perilaku kehidupan seperti apa yang kita lakukan agar kita bisa mendapatkan kemuliaan di sisi Alloh? Atau dengan cara bagaimana kita mencapai hal itu? Jawabannya adalah ada pada hadits nabi "Khoirunnas anfauhum linnas"

...lanjutkan baca...
gravatar

Menjadi Yang Bermanfaat

Sederhana. Sebaik baik manusia adalah yang terbanyak manfaatnya untuk orang lain. Tapi implementasinya? Wit gedhang awoh pakel.

Adalah tidak masuk di akal kita bisa bermanfaat banyak untuk orang lain sedang kita sendiri dalam keadaan serba kekurangan. Tentu bisa apabila kita hanya mau menjadi Lilin. Memberikan penerangan yang terbatas. Dalam ancaman angin, dalam waktu singkat, dalam kualitas seadaanya dan akan meleleh mati sebelum malam berganti pagi. Tetapi masih lumayan menjadi lilin. Dari pada tidak sama sekali.

Mengutip kata Soe Hok Gie kalau nggak salah, bahwa jadi demonstran itu paling enak kalau sendirian. Tidak punya keluarga. Tidak usah berpikir pada orang lain yang bergantung pada kita. Tidak usah berpikir pada mbendhol mbendhol yang lucu yang masa depannya sedikit banyak tergantung kita orang tuanya. Tidak usah berpikir ada bakal ibunya anak anak yang menunggu dinikahi.... Ya... karena dengan begitu kita tidak begitu khawatir untuk meleleh mati.

Bukankah menjadi lebih indah kalau kita mampu menjadi matahari, dengan enlightening power ---bener ora sih--- yang lebih kuat, dengan jangkauan sangat luas, dengan durasi jauh lebih lama, bahkan tak habis habis... ??

Banyak aktifis muda yang demikian menggelora semangat pengabdiannya. Tetapi berapa yang bertahan sampai mereka membina keluarga sendiri? Di mana mereka selepas nikah? Atau pernah dengar "Wah sekarang aku sudah bekerja, jadi maaf. Aku ga bisa seaktif dulu" ? Masih mending kalau diikuti dengan ucapan "nih, tapi aku bisa jadi donatur tetap..."

Ya.. persimpangan itu pasti terjadi. Memilih terus aktif mengabdi pada masyarakat atau memilih membina karier kerja nya. Memilih terus aktif atau fokus pada keluarga. Yang terjadi adalah kualitas salah satunya akan menurun atau bahkan hilang sama sekali. Wis dho ngurus butuhe dewe dewe adalah alasan klasik yang muncul.

Bisakah aksi terus eksis bahkan semakin mematahari dan kebutuhan sendiri [plus keluarga tentunya] terus dan semakin tercukupi? Tentu saja bisa. Banyak kok contohnya...

Maka bersiap lebih dini Be Khoirunnas Anfauhum Linnas akan menjadikan kualitas, setidaknya lebih baik ketimbang tanpa persiapan sama sekali. Tak luput dan sangat penting dalam persiapan ini adalah persiapan mesin ekonomi kita...

...lanjutkan baca...
gravatar

Di Mana | Titi DJ

Lagu ini karya Dodo Zakaria. Enerjik. Dinamis. Sedikit lucu. Hits dalam Album Imajinasi. dirilis pada tahun 1985 dengan label Jackson Records. Pingin dengerin lagi. Tapi nggak nemu nemu juga. Di pasaran masih ada gak ya.. he he.. sudah ketemu..

Di Saat Kita Duduk Berdua
Jari Jemarimu Membelai Bibirku
Mesra
Dengan Senyummu Yang Menggoda
Kau Mulai Bercrita Tentang Khayalanmu
Oo

Kau Ingin Terbang Jauh Tinggi
Ke Angkasa
Dan memetik bintang
Kau bungkus untukku Oo

Aku tertawa dan tertawa
dan tertawa dan terwata dan tertawa
(he he )
Kucubit pipimu dan kutanya
begitu besarkah cintamu padaku

Oya aku masih ingat kau juga berkhayal
Kau ingin menari di atas bintang bintang

Plak Ding Plak Ding Plung Ding Plak Ding Plung
Kubunyikan Suara Gendang
Mengiring Gerakmu
Di Setiap Langkahmu

Suatu Kenangan Bersamamu
Suatu Kenangan Indah
Yang Tak Mungkin Terlupa
Walau Kau Tlah Lama
Pergi

Tak Kuasa Lagi Diri Ini
Tuk Membendung Rasa Rinduku Padamu
Kasih
Seakan DirimuTlah Menyatu
Dari Ujung Rambut Sampai Ujung Jari
Kaki

Kuakui Setulus Hati
aku Cinta Kamu
aku Ingin Kamu
Untuk Selamanya Oo

Oh Tuhan Bimbinglah Diri Ini
Berilah Petunjuk Pada Hamba Mu Ini
Tolonglah Oh Tuhan

Tunjukkan Rumahnya Nomor Berapa
Di Jalan Apa Di Kota Mana
Di Negeri Mana
Tinggal Sama Siapa

Plak Ding Plak Ding Plung Ding Plak Ding Plung
Kubunyikan Suara Gendang
Memanggil Namamu
Memanggil Dirimu

Tapi Kau Tak Pernah Muncul Lagi
Seakan Kau Tlah Tenggelam
Di Dasar Bumi
Di Dasar Bumi

...lanjutkan baca...
gravatar

Semalam Di Malaysia | D' Lloyd

Aku pulang dari rantau
Bertahun-tahun di negri orang, oh Malaysia
Oh di mana kawan dulu
Kawan dulu yang sama berjuang, oh Malaysia

Kekasih hatipun telah pula hilang
Hilang tiada pesan
Aduhai nasib, apakah daya
Cinta hamba jiwaku merana, mana dinda

Inilah kisahku semalam di Malaysia
Diri t'rasa sunyi
Aduhai nasib, apakah daya
Aku hanya seorang pengembara yang hina

Klip nya di sini

...lanjutkan baca...
gravatar

Apa salah dan Dosaku | D’ Lloyd



Haruskah hidupku terus begini
Dengan derita yang tiada akhir
Kemanakah jalan yang harus kutempuh
Agar kubahagia ..aa

Oh Tuhan berikan petunjuk-Mu
Untuk kujadikan pegangan hidupku
Apakah salahku dan apa dosaku
Sampaiku begini ……

reff
Aku tak sanggup lagi
menerima derita ini
Aku tak sanggup lagi
menerima semuanya

Oh Tuhan berikan petunjuk-Mu
Untuk kujadikan pegangan hidupku
Katakan salahku dan apa dosaku
Sampaiku begini ….

Kembali ke Reff

...lanjutkan baca...
gravatar

Badai Bulan Desember | AKA Band



[intro]
ku kenal dirimu
waktu kau di sampingku
aku ucapkan janji setiaku kepadamu
kepadamu sayangku ini

tak pernah kusangka
janji tak terpenuhi
pengertianmu slalu ku harapkan
oh sayang
sayang sayang sayang
oh sayangku

semuanya ini menimpamu karna aku
badai bulan desember
semuanya ini menimpamu karna aku
badai bulan desember
desember

[solo]
semuanya ini menimpamu karna aku
badai bulan desember
semuanya ini menimpamu karna aku
badai bulan desember
desember
desember
desember

...lanjutkan baca...
gravatar

Demi Cita Cita | Titi Dwijayati

Terik Matahari dan Panasnya Hari
Menyengat Diriku
Namun ku Tetap Melangkah Dengan Pasti
Walau Sejuta Duka Atau Prahara
Tak Akan Merubah Tujuanku

Badai Menggelegar Atau Halilintar
Yang Akan Datang
Yakin ku Tetap Melawan
Dengan Pasti
Biar Segala Nista Atau Sengsara
Tak Akan Merubah Hasrat Diri
Yang Kutuju

Reff
Doa dan Semangat Juang Diriku
Tak Kan Kenal Lelah Selalu
Segala Daya dan Upaya
Pantang Menyerah dan frustasi
Slalu Memohon Kepada Nya
Semuanya Demi Cita-citaku

Lagunya ada di sini
DISCLAIMER : This site does not store any files on its server. It only indexes and links to contents provided by other sites

...lanjutkan baca...
gravatar

Kepada Alam dan Pecintanya | Rita Ruby Hartland

Lagu ini lagu luama banget. Saya nggak tau apa teman teman pernah dengar atau belum.

Pendaki gunung sahabat alam sejati
Jaketmu penuh lambang Lambang kegagahan
Memproklamirkan dirimu pencinta alam
Sementara maknanya belum kau miliki

Ketika aku daki dari gunung ke gunung
Disana kutemui kejanggalan makna
Banyak pepohonan merintih kesakitan
Dikuliti pisaumu yang tak pernah diam

Batu-batu cadas merintih kesakitan
Ditikam belatimu yang pernah kau ayal
Hanya untuk mengumumkan pada khalayak
Bahwa disana ada kibar benderamu

Oh alam… korban keakuan
Oh alam.. korban keangkuhan
Maafkan mereka yang tak mau mengerti
Arti kehidupan…

Lagunya ada di sini.
DISCLAIMER : This site does not store any files on its server. It only indexes and links to contents provided by other sites

...lanjutkan baca...
gravatar

Utamakan Sholawat !

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya. Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya.

Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, Pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Kisah ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah saw.?

Dikutip dari Jalaluddin Rahmat : Rindu Rasul.

...lanjutkan baca...
gravatar

Pesan Ibu

Suatu hari, tampak seorang pemuda tergesa-gesa memasuki sebuah restoran karena kelaparan sejak pagi belum sarapan. Setelah memesan makanan, seorang anak penjaja kue menghampirinya, "Om, beli kue Om, masih hangat dan enak rasanya!"

"Tidak Dik, saya mau makan nasi saja," kata si pemuda menolak.

Sambil tersenyum si anak pun berlalu dan menunggu di luar restoran.

Melihat si pemuda telah selesai menyantap makanannya, si anak menghampiri lagi dan menyodorkan kuenya. Si pemuda sambil beranjak ke kasir hendak membayar makanan berkata, "Tidak Dik, saya sudah kenyang."

Sambil terus mengikuti si pemuda, si anak berkata, "Kuenya bisa dibuat oleh-oleh pulang, Om."

Dompet yang belum sempat dimasukkan ke kantong pun dibukanya kembali. Dikeluarkannya dua lembar ribuan dan ia mengangsurkan ke anak penjual kue. "Saya tidak mau kuenya. Uang ini anggap saja sedekah dari saya."

Dengan senang hati diterimanya uang itu. Lalu, dia bergegas ke luar restoran, dan memberikan uang pemberian tadi kepada pengemis yang berada di depan restoran.

Si pemuda memperhatikan dengan seksama. Dia merasa heran dan sedikit tersinggung. Ia langsung menegur, "Hai adik kecil, kenapa uangnya kamu berikan kepada orang lain? Kamu berjualan kan untuk mendapatkan uang. Kenapa setelah uang ada di tanganmu, malah kamu berikan ke si pengemis itu?"

"Om, saya mohon maaf. Jangan marah ya. Ibu saya mengajarkan kepada saya untuk mendapatkan uang dari usaha berjualan atas jerih payah sendiri, bukan dari mengemis. Kue-kue ini dibuat oleh ibu saya sendiri dan ibu pasti kecewa, marah, dan sedih, jika saya menerima uang dari Om bukan hasil dari menjual kue. Tadi Om bilang, uang sedekah, maka uangnya saya berikan kepada pengemis itu."

Si pemuda merasa takjub dan menganggukkan kepala tanda mengerti. "Baiklah, berapa banyak kue yang kamu bawa? Saya borong semua untuk oleh-oleh." Si anak pun segera menghitung dengan gembira.

Sambil menyerahkan uang si pemuda berkata, "Terima kasih Dik, atas pelajaran hari ini. Sampaikan salam saya kepada ibumu."

Walaupun tidak mengerti tentang pelajaran apa yang dikatakan si pemuda, dengan gembira diterimanya uang itu sambil berucap, "Terima kasih, Om. Ibu saya pasti akan gembira sekali, hasil kerja kerasnya dihargai dan itu sangat berarti bagi kehidupan kami."

Sumber : andriewongso.com

...lanjutkan baca...
gravatar

Sebenarnya Bisa Saja Kita Berhenti

Sebenarnya bisa saja kita berhenti dan tidak peduli dengan apa yang terjadi. Orang bilang buang buang energi saja. Masih banyak yang semestinya kita kerjakan untuk menepati janji yang pernah kita ikrarkan. Janji kepada simbok-bapak kita. Janji kepada keluarga kita. Janji kepada pasangan hidup kita. Janji kepada anak anak kita.

Kita bisa saja berpaling dan menghibur diri dengan mengatakan bahwa kita tak pernah berjanji apapun kepada mereka. Lagian, mereka juga sudah mau terima kita seperti adanya kita saat ini. Bahkan ketika mereka melihat kita sedikit ngoyo, mereka akan berkata, 'mbok ya sudah istirahat dulu!'.

Tetapi tidak demikian sederhana perjalanan yang selayaknya kita lalui. Bangun pagi, berangkat kerja, pulang, tidur. Bangun lagi. Ritmis dan Egois! kata temen saya.

Berbagi adalah kata kunci. Kita boleh jadi masih kurang. Bukankah rumus berbagi adalah bila sudah banyak sisa? Bukankah dengan berbagi jatah kita jadi semakin berkurang? Ha le siut!. Tidak kawan! Dengan berbagi kita akan mendapatkan lebih banyak lagi. Alloh yang berjanji.

Memberi juga kata kunci. Dengan semakin banyak memberi maka akan semakin banyak menerima. Ambil bola tenis. Lemparkan ke tembok. Seberapa cepat dan seberapa kuat memantul? Ulangi tetapi kali ini dengan tenaga yang sangat kuat. Simpulkan sendiri.

Berbagi dan memberi tidak harus dalam bentuk materi. Ada banyak yang dapat dibagi dan diberikan. Waktu, perhatian, ilmu, pendapat, do'a, senyum.....

Tulisan ini adalah rangkuman dari obrolan 2 jam dengan sahabat baik saya. Terima kasih sahabat.

...lanjutkan baca...

Postingan Populer