Pitulasan
Banyak cara mengkespresikan rasa cinta kepada tanah air, kepada negeri, kepada Endonesa. Yang paling primitif adalah dengan memperingati kelahirannya. Bendera merah putih pun berkibar di mana mana.
Pusat layanan publik dari tingkat wc umum sampai kantor kepresidenan semua berbenah berhias agar terlihat jiwa patriotisnya. Ruang bisnis dari tingkat asongan sampai mol serempak memasang dominasi warna merah putih.
Bendera bendera, umbul umbul, gapura berbagai ukuran.
Tidak ketinggalan blog blog dari yang sekedar curhatan sampai situs bisnis, dari yang nggak tau apa itu seo sampai ke yang mahir memanipulasi konten dengan auto generated content. Semuaa berbenah, lihatlah, mereka pada ribut ganti template yang nuansanya kemerdekaan. Bahkan ada yang nekad pasang bambu runcing betulan di blognya. :D Lihatlah. blog ini juga memasang bendera merah putih seukuran layar penuh [dengan sekala 1:100]
Ada yang berpendapat, sebenarnya bukan alasan cinta atau tidak cinta. Tetapi karena alasan hiburan yang pingin di dapat saja. setelah setahun dijejali dengan informasi carut marut negeri ini yang babar blas jauh dari makna kemerdekaan. Setelah setahun berpikir besok mau makan apa, inilah saatnya untuk melupakan.
Pitulasan adalah pesta rakyat. Mereka tidak berpikir mereka benar sudah merdeka atau belum. Yang penting plorotan, balapan goni. ndhangdhutan, balapan kelereng, makan kerupuk. Itu sudah lebih dari cukup bagi mereka.
Kita lihat makna permainan yang ada dari kaca mata gerobak angkringan.
- Plorotan. Ini adalah protes dari kemerdekaan yang sebenarnya belum ada. Yang ada adalah penindasan. Feodalisme. Siapa di bawah saya injak injak sampai saya bisa di atas. .Coba plorotan itu hadiahnya diganti kursi dan pesertanya wajib pakai kaos partai. Pasti semakin jelas maksudnya.
- Balapan Bendera. Ini adlah protes dari negara yang sering dijadikan rebutan para petinggi dan pejabat. Di mana negara adalah aset yang seenaknya bisa mereka mainkan, sesuai kepentingan mereka. Untuk lebih seru, cobalah bendera itu diganti dengan logo pertamina, gambar kilang minyak, onggokan kayu hutan, uang pajak, hasil tilangan.
- Makan krupuk. Bagaimana mungkin di negri yang gemah ripah loh jinawi ini ada orang makan krupuk saja harus berebutan. masih diikat kebelakang pula tangannya. Proyeksi kepedihan masyarakat yang sayang para penguasa tidak tahu. Barang kali kerupuk itu sudah saatnya diganti dengan gaplek, dan pesertanya dikalungi kertas bertuliskan GAKIN!
yang lain silahkan di cari sendiri.
Kembali ke masalah patriotisme, Drajat satpam tak kalah patriotis. Dia namakan anaknya dengan nama Nesia. Lengkapnya Indonesia Raya. Umurnya 6 tahun. tapi nggak sia sia nama itu diberikan. Nesia begitu suka dengan lagu lagu naional. Tidak seperti teman-temannya yang pada seneng Keong racun.
Lha, dua hari yang lalu, ada lomba nyanyi lagu nasional tingkat erte. Nesia ikut. Hanya saja panitianya sempat dibuat bingung.
"Adik Nesia mau nyanyi lagu apa?", tanya panitia yang bertugas ngelekton.
"Bende", jawab Nesia. Bende adalah alat musik pukul semacam gong kecil. Hampir sama dengan thong thong milik es tong thong. Cuma agak besar. Dan tidak ada lagu nasional yang judulnya bende!
"Itu kan bukan lagu nasional? Nggak boleh, dik?. Harus lagu nasional!", Panitia coba meluruskan.
"Ini lagu naional kok!", jawab Nesia lagi.
Karena Nesia tetap bersikukuh dengan lagu Bende nya, maka panitia menyerah.
"ya sudah, dik Nesia nyanyi saja!".
Nesia pun mengambil mikrophon dan bernyanyi dengan lantang
"Bendera merah putih
bendera tanah airku
gagah dan jernih tampak warnamu
berkibaran dilangit yang biru
bendera merah putih
Bendera bangsaku"



