Tampilkan postingan dengan label The Power Of Kepepet. Tampilkan semua postingan

gravatar

The Power Of Kepepet

Adalah sebuah negri di mana yang namanya semangat perubahan sudah tidak ada lagi. Ia kadung tersanjung dengan gemah ripah loh jinawi nya. Meski kalau dilihat, banyak warganya yang masih nganggur tak berpekerjaan. Tetapi jangan heran bila kalian akan menyaksikan remaja remaja saban sore hari pada thethek, dzikir pakai hape sambil klempas klempus udad udud sambil leda lede dan ida idu...

Semua bentuk upaya meningkatkan motivasi telah dilakukan olah presiden negeri itu. Seminar seminar, lokakarya, workshop, sarasehan, diskusi ilmiah, temu dukun dan lain lain. Satgas dibentuk. Tim Khusus dibentuk. Hasilnya sama saja. Sampai sampai presiden negeri itu putus asa meski masih ada nada optimis. Dan inilah sabdanya "Wahai para mentri ku, persoalan semangat rakyat negeri ini, saya menginstruksikan agar dituntaskan!". Ya!, di mana mana sang Presiden selalu bicara tuntaskan, tuntaskan, tuntaskan. Tidak ada lagi kata 'lanjutkan'. Tuntaskan... seleraku!

Saking judhagnya, Presiden akhirnya menggelar sayembara. Sayembaranya sederhana, berenang menyeberangi sungai di sebelah istana presiden yang terkenal banyak buayanya. Ganas ganas lagi. Jangankan rakyat biasa, anggota militer akan hancur berdarah darah dimakan buaya buaya itu. Bahkan pasukan anti teroris pun! Tetapi semua orang tidak tahu, bahkan punggawa kerajaan pun tidak tahu, sebenarnya buaya buaya itu sudah akan dikandangkan semalam sebelum sayembara dimulai.

Hadiahnya nggak tanggung tanggung. Siapa yang punya nyali dan berhasil menyeberangi sungai itu, diantara rakyat rakyatnya, dialah kan menjadi menantu sang Presiden. Masih ditambah dengan modal kerja sebesar 100 juta plus 10 gerobag angkringan. lengkap dengan hotspotnya..

Hari pelaksanaan sayembara pun tiba. Semua rakyatnya pada berkumpul di halaman istana negara untuk melihat siapa pemenang sayembara itu. Atau setidaknya, siapa yang berani beraninya menyeberangi sungai penuh buaya itu. Tapi pucuk dicinta ulam tak kunjung tiba. Belum ada satupun pendaftar.

Sang Presiden benar benar putus asa! Ingin rasanya marah marah tapi pada siapa? Inilah kenyataan mental rakyatnya. Sudah pada menikmati zona nyaman masing masing. Untuk apa ikut sayembara? Untuk apa merubah nasib? Toh sudah nyaman di sini. Sudah bisa udad udud sambil ngeblog!

Tiba tiba dari arah sungai terdengar suara "Byurrrrrrrrrrrrrrrrrrr!". Semua yang ada di halaman istana negara pun pada berebut ke tepi sungai untuk melihat siapakah gerangan yang berani-beraninya terjun ke sungai... Melihat ada seseorang yang dengan susah pasah berenang untuk menyeberangi sungai, mereka pun tak tinggal diam, berteriak menyemangati.

"Ayo ayo.. terus... terus.. maju maju... berenang.. berenang.. maju maju... sedikit lagi ", Bagai tak habis habis teriakan mereka mendukung orang yang ada di sungai.

Dan tepuk tangan pun membahana ketika orang tadi berhasil sampai di sisi sungai yang lain. Presiden pun ikut bertepuk tangan sambil sesekali senyuman lepas dari bibirnya. Ternyata masih ada semangat dan keberanian di antara rakyat rakyatku!

Lain halnya orang yang berhasil menyebarangi sungai tadi, yang ternyata seorang nenek nenek. Di seberang sungai dia marah marah tak karuan pada semua yang bertepuk tangan. Sambil berkacak pinggang ia menunjuk nunjuk; "Hai, Kalian semua. Kurang ajar betul. Tidak tahu sopan santun!. Siapa tadi yang  ndorong-dorong saya sampai saya terjun ke sungai"

...lanjutkan baca...

Postingan Populer