Tampilkan postingan dengan label Pajak Sepeda Motor. Tampilkan semua postingan

gravatar

Bingung Judulnya Apa!

Bingung mau kasih apa judulnya. Nggak SEO juga biarin. Sing peting posting!

Lagi bingung ngisi formulir seharga Rp. 50.000,- untuk mbayar pajak srupa x, ada yang nawari jasa pengisian formulir itu. "Saya isikan formulirnya, mas, duaribu". Saya nggak mau. Bukannya uthil, tapi memang saya pingin ngisi sendiri formulir istimewa itu. Mau mbayar pajak, ngisik formulir, eh harga formulirnya lima puluh ribu.

Formulir pun saya isi. Clingak clinguk juga. Ada yang nggak tahu mau diisi apa. Wong nggak ada contekannya di BPKB. Ya sudah dikosongi saja. He he, tau gitu, mending biar diisikan sama mas mas tadi, bayar 2000, beres!

E, malah ingat waktu masih jaman nggaya nggayanya kuliyah di seputaran mbulak sana, ikut belajar sama patih mojopait di Yogyakarta. Dulu, sempat juga berpetualang sebagai juru ketik kartu sakti berbekal ketrampilan sebelas jari dan brother jilian. Berkantor di grapika lor sarjito.. sambil lesehan neng suket..

Selembar kartu yang berisi nama, no induk, fakultas, sama alamat, plus bonus nempelin foto, mbayarnya saat itu sekitar lima ratus rupiah. Lumayan, jaman semana sehari bisa sampai 30 kartu, lha rak 15.000,- Wow.. pulang bisa langsung pesta miyayam di depan esempe songo Yogyakarta. Saat itu masih baru barunya yang namanya miyayam. Semangkok plus saos kates penuh pewarna semaunya, cuma seputaran seribu pa ya?. Lha naik kobutri masih sekitar 300 rupiah sak jebole pantate.. ya itu tadi.. cukup menunjukkan kartu sakti tadi.

Mau tahu berapa biaya kuliyah di mojopait dulu? Ada yang 16.000 satu semester,30.000, angkatan ku 120 ribu sudah termasuk tabungan KKN. Paling tinggi 700.000,-. Awal masuk sana cuma mbayar administrasi 100rb sudah dapat buku sama jaket almamater. Itu saja masih didemo sama mahasiswa.

Lha sekarang? Tetangga saya, fakultas ekonomi, jurusan akuntansi, baru masuk sudak kena 100 juta. Duit semua itu, nggak ada krewengnnya!. Hiks, jadi ingat juga, beberapa tahun yang lalu, ada cerita dari lulusan esema, termasuk kategori bodho, wong dia sendiri yang bilang. Tapi pingin bukti bahwa dia bisa diterima di mojopait. Lha pas UMPeTaN, ngawur dia, asal ngebloki formulir. Tapi pas ada form tentang berapa dia sanggup bayar uang awal masuk atau semacamnya, dia isi dengan 125.000 juta!.

Hasilnya? Dia dapat panggilan dan diterima di mojopait. Tapi duit nya sapa yang dipake mbayar? Simbok bapaknya saja cuma buruh pasar! yang penting dia bisa berbangga pada teman temanya. "Tuh buktinya, saya keterima di mojopait!" sambil menunjuk pigura di ruang tamunya yang tidak terpisah dengan amben tidurnya.

Kembali ke samsat.

Setelah diisi semua, formulir dikembalikan ke loket, tunggu panggilan. Pas dapat kuitansi kaget juga, di kolom denda tidak ada isinya, padahal sudah terlambat 15 hari. Lha kok bisa? Baru tahu setelah ada yang bilang "Tahun genap adalah tahun penuh ampunan denda keterlambatan bayar pajak sepeda motor".

Pajaknya cuma 153.000,- tapi administrasinya sendiri 50.000,-. hampir sepertiganya. Kok isa ya? Administrasi itu cemban masih wajarlah. Mosok segitu sih? Ah mbuhlah, tanya saja sana sama gayus!

...lanjutkan baca...

Postingan Populer